Perempuan, Alkitab dan Ajaran Gereja
Simone de Beauvoir, seorang feminis beraliran eksitensialis pernah berujar bahwa perempuan dalam sejarahnya terpinggirkan oleh karena dominasi patriarki yang ‘sengaja’ mensub-ordinasi perempuan dengan berbagai macam aturan yang seolah-olah berasal dari Tuhan. De Beauvoir lewat bukunya The Second Sex mengatakan:”Legislators, priests, philosopers, writters, and scientist have striven to show that the subordinate position of women is willed in heaven and advantageous on earth. The religions invented by men reflect this wish for domination” (1989:22). Akibatnya, perempuan seolah-olah ditakdirkan sebagai warga kelas dua dalam hal apapun, termasuk dalam lingkup agama. Tidak heran jika de Beauvoir juga mengkritik para bapa gereja yang bersikap diskriminatif terhadap perempuan. Misalnya St. Thomas yang menyebut perempuan sebagai ‘the imperfect man’ and ‘incidental being’ (1989:15).
Gerakan Teologi Feminis sebagai Gerakan Pembebasan
Gerakan feminis di Dunia
Perkembangan gerakan feminis sebagai gerakan pembebasan telah melahirkan banyak perubahan di dunia dan telah menginspirasi banyak pihak untuk berjuang lepas dari penindasan dan dominasi yang selama ini mengekang perempuan. Istilah feminisme sendiri dapat beragam, tergantung dari aliran-aliran yang muncul namun sebenarnya mempunyai ruh yang sama yaitu bermaksud memanusiakan perempuan yang telah lama menderita dan tertindas oleh situasi atau struktur (bdk. Suleeman dan Doeka-Souk, 1999: 218-219). Gerakan feminis berangkat dari asumsi keberadaan perempuan yang pada dasarnya ditindas dan dieksploitasi, dan berusaha untuk mengakhiri penindasan dan eksploitasi tersebut (Fakih, 2001:99). Oleh karena itu, gerakan feminis bukanlah gerakan pemberontakan terhadap kaum laki-laki atau anti laki-laki (Fakih, 1996:81) melainkan perjuangan, untuk mendapatkan perlakukan yang adil (justice) dan kesetaraan (equality). Karena sejarah gerakan feminis juga banyak melibatkan laki-laki. Dalam kaitannya dengan teologi, Anne Hommes mengatakan bahwa teologi feminis berfungsi sebagai alat kesadaran baik bagi kaum pria maupun wanita untuk mencapai keadilan dan pembebasan dalam hubungan pria dan wanita (Hommes, 1992:86). Maka dalam teologi, gerakan ini menaruh usaha di dalam menafsirkan kembali Alkitab dan tradisi-tradisi gereja yang selama ini dikuasai dan ditafsir dari sudut pandang laki-laki (ibid, 86-88). Dengan demikian diharapkan bahwa gerakan ini dapat melahirkan pembebasan untuk menjadi manusia yang utuh, baik melalui perubahan struktur masyarakat maupun sikap individu (ibid, 116-117).
HUT RI ke-66 semoga spirit kemerdekaan memerdekakan setiap manusia Indonesia.
Politik Ala Yesus: Politik Bela Rasa
Yesus itu berpolitik. Hal itu terlihat dari visi dan misi yang Ia jalankan selama ada bersama para muridnya. B.A. Pareira , Ocarm dalam tulisannya ‘Yesus dan Politik’ dalam buku Yesus dan Situasi Zamannya mengatakan bahwa tidak mudah melepaskan Yesus dari politik. Setidaknya hal itu terjadi ketika Yesus menjadi korban dari imperium Romawi yang justru menyalibkan Yesus sebagai penjahat politik. Maka salib Yesus berdimensi politik. Keputusan tergantungnya Yesus di kayu salib adalah buah keputusan politik. Tuduhan-tuduhan kepada Yesus berbau politik: tuduhan melakukan pemberontakan (Luk. 23:2), penghasut rakyat, agitator dan pengganggu keamanan (Luk. 23:5).
Mengapa Anders Breivik tidak disebut Teroris?
Oslo, Norwegia sebuah negara yang dikenal damai dan aman dihentakkan dengan sebuah serangan membabi buta dari seorang yang bernama Andres Breivik. Kurang lebih 76 orang menjadi korban penembakan dan bom yang ‘katanya’ dirancang sendiri oleh Breivik. Sebagian masyarakat dan media di Indonesia pun terkejut dengan aksi seorang Breivik karena dilakukan di negara yang selama ini dikenal ‘aman dan damai’. Namun sebagian komentar di beberapa forum dan milis justru tidak begitu terkejut dengan aksi ini. Mengapa? Mereka yang pernah tinggal di Eropa ternyata paham betul bahwa masyarakat Eropa sekarang ini begitu sensitif dengan isu ras dan para imigran yang berasal dari negara-negara berkembang. Tak heran jika sebagian masyarakat Eropa justru mendukung dan memberi simpati kepada Breivik (Kompas 28 Juli 2011). Alasan soal ‘membanjirnya’ imigran itulah yang diduga motif dari penyerangan dari seorang yang bernama Breivik.
Siapa bermain di Lumpur?
Beruntunglah Indonesia menang 4-3. meski deg-degan melihat pemain Indonesia yang kocar kacir karena kondisi fisik yang sudah makin menurun di menit terakhir. Tetapi good job Boaz cs. Ribuan penonton yang memadati GBK tentunya mendapat aplos dari permainanmu yang cantik di babak pertama sampai pertengahan babak kedua. Aku dan teman-teman merasa terhibur dengan permainanmu.
Kristen Fundamentalis dan permasalahannya
Di negara dengan mayoritas Muslim seperti Indonesia, yang namanya Kristen Fundamentalis jarang terdengar. Padahal yang namanya fundamentalis itu lahir dari sejarah kekristenan/gereja. Tepatnya pada abad ke 19 dan awal abad 20. Pada awalnya, fundamentalis di dalam gereja muncul sebagaicounter terhadap ilmu pengetahuan yang berkembang pesat. Akibatnya gereja kurang PD terhadap perkembangan tersebut bahkan melabeli ilmu pengetahuan dengan banci ataupun sesat. Sikap gereja tersebutlah yang kemudian menafikkan keberadaan akal sebagai yang bertentangan dengan Allah dan Alkitab. Di dalam dunia Biblika, mereka juga menolak adanya pendekatan kritis (misalnya historis-kritis) terhadap Alkitab. Alkitab haruslah dipahami secara harafiah karena Alkitab tidak pernah salah.
Sarang penyamun di tubuh Partai Demokaratan
Penyamun bisa bersarang dimana saja. Dia bisa bersembunyi ditempat dimana dia merasa aman. Termasuk bersarang di sebuah Partai. Pemberitaan tentang Nazarr belakangan ini makin membuka dengan jelas siapa-siapa para penyamun yang bersembunyi di tubuh partai besutan esbeye tersebut. Para penyamun ini bukanlah kader biasa melainkan para petingginya sendiri. Meski demikian, para penyamun ini masih aman-aman saja. Bahkan ada beberapa pengamat melihat bahwa para penyamun ini sengaja bersarang di tubuh partai demokaratan agar permasalahan hukum yang mereka (akan) hadapi tak dengan mudah dibawa ke ranah hukum. So, sekarang partai ini selain dikenal sebagai sarang penyamun, juga dikenal sebagai tempat pelarian para koruptor..hah!
Pantaskah kaum puritan disebut puritanisme agama?
Mereka yang menyebut diri sebagai puritan agama mengklaim diri sebagai gerakan yang paling benar dan murni. Puritan berasal dari kata pure yang berarti murni. Oleh Leonard Held dalam bukunya Jujur Terhadap Pietisme: Menilai Kembali Reputasi Pietisme dalam Gereja mengatkan bahwa isilah ini dipergunakan sekitar tahun 1560 untuk satu aliran yang dianggap terlalu keras. Aliran ini menganggap diri sebagai yang murni dibanding dengan gereja resmi waktu itu. Lebih lanjut Held juga menuliskan bahwa aliran ini sangat menekankan peranan alkitab dibanding dengan tradisi gereja yang waktu itu memang menjadi ciri khas dari gereja resmi.
Kitab Wahyu dan kitab Paulus dan gejala Shizofrenik
Benarkah penulis kitab Wahyu mengidap stres berat yang disebut dengan Skizofrenik? Gangguan akibat tidak tahan terhadap stres dapat mengakibatkan terjadinya ‘halusinasi’ yakni sebuah persepsi panca indera tanpa adanya ransangan eksternal. Maksudnya ada perasaan dalam diri seseorang merasa melihat objek tertentu padahal jelas-jelas objek tersebut tidak ada (film Beautiful Mind adalah salah satu film yang bercerita tentang penyakit Skizofrenik). Halusinasi yang disebabkan oleh stres yang luar biasa ini akhirnya melahirkan orang-orang dengan cerita yang tak pernah terjadi.
Para penyembah mamon
Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon (Matius 6:24)
Bagaimana sampai Yesus menyamakan Allah dengan mamon? Verne H. Fletcher dalam bukunya Lihatlah sang Manusia mengatakan bahwa penyamaan mamon dengan Allah adalah buatan Yesus karena pada dasarnya mamon dalam bahasa Aram hanyalah berarti kekayaan dan harta milik. Artinya kata mamon tidaklah berkonotasi buruk dan negatif. Tetapi Yesus mempribadikan uang dan harta benda bahkan menyamakannya dengan dewa sampai-sampai itu dilihat sebagai lawan dari Allah. Penyamaan tersebut tentu terkait dengan kecenderungan orang yang mudah untuk menggantikan Allah dengan mamon itu sendiri.
Vulpes pilum mutat, non mores
Kalimat dalam bahasa latin tersebut berarti Seekor serigala (dapat) mengubah kulitnya, bukan kebiasaan (wataknya). Mirip dengan kalimat ’serigala berbulu domba’. Meskipun agak susah kita membayangkan bagaimana mungkin seorang serigala berbajukan domba. Kalimat lain yang terkait dengan serigala adalah ‘homo homini lupus’ yang artinya manusia adalah serigala bagi manusia lain. dalam dua kalimat tersebut agaknya serigala digambarkan sebagai hewan yang tamak dan rakus, karena punya sifat licik (berbulu domba) dan memakan sesamanya.
Hidup bagai bejana tanah Liat
Hidup bagai bejana tanah liat adalah tepat untuk menggambarkan kenyataan hidup kita yang mudah retak dan tak berdaya. Apalagi kalau kita sedang ditindas dan dianiaya entah dalam bentuk apapun. Sering kali yang muncul adalah perasaan tidak berdaya. Namun itu menandakan bahwa manusia memang terbuat bukan dari besi baja seperti Gatot Koco tetapi dari tanah yang memang mudah retak. Kita ini rentan dengan segala hal yang datang dari luar untuk rusak. Diri kita ini mudah sekali pecah oleh karena memang diri kita terbuat dari tanah liat. Ingat, tanah liat!!